Rabu, 03 Desember 2014

Oprec dari tahun ke tahun

Poster Oprec 2013

Poster Oprec 2014
1 Desember lalu, tepat Bengkoeloe Moeda berusia 2 tahun. Bagi beberapa orang mungkin organisasi ini masih anak bawang melihat dari usianya :) tapi kami selalu berharap kegiatan dan gerakan apapun yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Terutama bagi Masyarakat Bengkulu.

Tiap tahunnya, kami selalu melaksanakan open recruitment untuk menjaring pemuda-pemuda yang memiliki minat dan kepedulian yang sama terhadap Bengkulu. Namun bukan berarti kalian hanya bisa bergabung saat open recruitment dibuka loh. Kami akan selalu membuka diri bagi siapapun yang ingin bergabung. Caranya sukup SMS nomor diatas atau message via FB, tweet via twitter dan comment di blog ini.

Admin juga ingin minta maaf karena jarang sekali memposting lewat blog. Karena kebanyakan pemuda Bengkulu lebih asyik berbincang di Facebook, kami lebih sering memberitakan informasi lewat Page kami di Facebook, teman-teman juga bisa bergabung disana untuk menerima update kegiatan lainnya.

Poster diatas cukup jadi sejarah bagi Beda Community loh, terutama poster pertama yang disebar di beberapa Universitas di Bengkulu untuk menjaring pemuda yang tertarik bergabung dengan kami. walaupun sosial media sekarang lebih ramai, namun media konvensional seperti poster rupanya masih cukup menarik minat beberapa orang di Bengkulu. Bagaimana dengan cara kalian menyebarkan informasi organisasi guys ? masih menyebar poster seperti kami kah ?

Surat Terbuka dari HBK


---

Ah tenang saja, ini bukan status cinta kok. Jadi tak perlu dibaca dengan gaya yang mendayu-dayu.
Kadang aku sendiri sering geli ketika ingin memanggil kalian "dik". Meski sebenarnya wajar saja karena usiaku sedikit lebih tua dibanding kalian. Tapi memanggil kalian dengan sebutan seperti itu membuat adanya "gap" di antara kita. Kalau sudah seperti itu, aku sedikit sulit menggali ilmu yang kalian miliki. Yah ilmu! Meski kalian mengaku tak memiliki ilmu lebih tinggi, tapi aku tahu kalian punya lebih banyak dariku. Itu sebabnya aku senang berbicara banyak dengan kalian.

Sudah dua tahun kita bergerak dengan gaya yang sangat aneh. Terkesan tak ada ketegasan, bahkan penuh dengan kelonggaran di sana sini. Lucu memang jika mau dibandingkan dengan gaya gerakanku di organisasi yang lampau. Dulu aku gemar sekali olahraga di jalanan. Banyak orang yang alergi dengan istilah demonstrasi. Jadi kali ini kita istilahkan saja dengan olahraga di jalanan. Dengan sebagian orang di antara kalian aku sudah pernah olahraga di jalanan itu. Ada yang pernah kena cipratan gas air mata. Ah ada juga yang terlibat baku hantam dengan polisi. Ada yang pulang dengan kemarahan setelah olahraga. Hebatnya, ada yang ketagihan dengan olahraga yang sering dicemo'oh orang itu. Sebagian bahkan bilang, aku lama kuliah akibat olahraga di jalanan ini. Padahal tidaklah demikian adanya.

Nah gaya olahraga itu sudah terkikis perlahan ketika organisasi ini kita dirikan. Kita mulai rajin mengasah otak meski sebenarnya bahasan dalam kelompok diskusi yang kita bentuk hanya itu-itu saja. Tapi aku cukup senang kalian sudah mau memberi warna di lingkup gerakan yang tengah macet saat ini. Aku rasa perlu juga meminta maaf kepada bunga Dandelion karena akhirnya harus dirubah namanya menjadi "Thanthelion", tante singa? Lucu sekali. Padahal niatku agar nama kelompok diskusi kita terlihat keren. Apadaya, malah menjadi lucu. Rasanya setelah ini kita perlu membuat atau menggerakkan kelompok diskusi aneh bin ajaib itu.

Hebatnya kita tidak puas dengan hanya berdiskusi. Sebuah tawaran dari seorang sahabat sekaligus guru yang terlalu mirip dengan perpustakaan akhirnya kita sambut. Program guru mujahid-pun dilebur menjadi program Moeda Mengabdi. Saya ingat ketika pertama kali survei guru mujahid. Ban motor yang kami kendarai pecah. Padahal itu belum masuk kawasan jalanan fluktuatif di daerah Pagar Jati, Bengkulu Tengah itu. Maklum saja, aku dan guru gokil dari sekolah alam itu sama-sama bertubuh tambun. Nahaslah nasib motor itu. Tenang saja, aku sekarang lagi dalam program skyping. Mungkin bisa lebih kurus sekarang. Ah apa mungkin ya?

Pastilah kalian lebih banyak mengalami pecah ban di sana. Terakhir aku berangkat bersama seorang rekan yang gondrong itu. Tentu kalian kenal. Hanya kurang dari 500 meter lagi sampai ke finish, ban motor pun buang angin. Aduh! Bahu membahu kami mendorong motor itu hingga ke puncak. Bagaimana tidak, bengkelnya ada di Desa Gajah Mati. Letaknya di atas tebing. Bercucuran keringat. Konon aku keturunan dewa. Jadi keringatku tak bau menusuk. Cerita keturunan dewa ini, kalian bisa berdiskusi dengan si gondrong ataupun dengan Pak guru gokil itu. Hehehe

Tapi benar kata kalian, jerih payah itu hilang setelah bertemu dengan anak-anak yang lugu di Desa Petay Gayo. Aku ingat ada yang mengajariku menyanyikan lagu dari mamang penjual es krim : es krim es krim. Rp 2000 sepotong. Rasonyo lemak nian. Camkoha!

Hahaha, dan seorang rekan kita yang sering galau dan rumahnya sering jadi tongkrongan kitapun jadi sasaran gangguan lagu tersebut. Yah, geli saja rasanya. Ups, jangan siram aku dengan air lagi ya.

Dalam perjalanan organisasi ini, ada juga rekan-rekan yang mundur atau hilang. Mungkin bukan ada kata yang tepat untuk itu. Tapi banyak. Hebatnya kalian mau mengerti jika kita tidak pernah mengenal kata pemecatan. Tidak ada kata-kata itu dalam organisasi ini. Seorang teman yang sangat sibuk dan mungkin sangat kalian rindukan itu, tentu dapat bergabung kembali dengan satu syarat saja : ia mau. Tapi jangan kalian bilang aku rindu ya. Hohoho, kalian tahu aku tak paham masalah melankolis seperti itu.

Minggu depan, aku dan seorang rekan sudah berjanji akan melegalkan organisasi aneh ini. Tidak ada lagi kata penundaan. Setelah ini akan banyak yang pergi. Kita perlu menumbuhkan lagi banyak tunas yang bersedia hidup dan berkembang di rumah yang tak berdinding ini. Yah, tak berdinding karena terlalu transparan.

Sepertinya aku perlu melanjutkan lagi surat ini....
Ah khawatir saja surat ini tidak akan kalian baca. Hehehe. Jadi untuk apa dilanjutkan.
Salam semangat ya. Tenang saja, idealisme-ku terjaga karena organisasi ini. Rumah yang kita buat dan miliki sendiri.
Dan jangan panggil aku bapak pendiri, terlalu tua rasanya kalau dipanggil bapak. Panggil om saja. Gyahahahahaa

-HbK-
28 Agustus 2014

Rabu, 10 September 2014

Jumat, 29 November 2013

Setahun Bengkoeloe Moeda Community

Besok tanggal 1 Desember Beda Community genap berusia setahun. Umur yang sangat muda untuk sebuah organisasi.
Setahun ini banyak sekali yang terjadi, program-program yang baru, orang baru, konflik baru, kami sedang berusaha mencari yang pas untuk oraganisasi kami (wajar kan Organisasi Baru). Sebenarnya saya bukan orang yang tepat untuk menuliskan bagaimana sepak terjang kami setahun ini, ini hanya opini pribadi, nanti saya akan minta koordinator menulis juga tentang setahun bengkoeloe moeda.

Saya ingat pertama kali kami rapat didanau unib untuk membahas tentang beda, dulu organisasi ini ingin fokus ke masalah lingkungan, sesuai keinginan saya makanya saya langsung iya bergabung, dalam berkembangannya Bengkoeloe Moeda berkembang ke fokus masalah yang lebih luas, tiga fokus, ekonomi, pendidikan dan lingkungan. Lingkungan masih punya porsi sedikit di beda-community, mungkin pe-er di tahun berikutnya. Tapi saya sendiri salut dengan gebrakan di fokus pendidikan.

Senin, 07 Januari 2013

MOEDA MENGABDI #1


Minggu, 6 Januari 2013 lalu personel Bengkoeloe Moeda ditemani beberapa sahabat Moeda dan bang Hardi dari Sekolah Alam Mahira mengunjungi Desa Pagar Jati untuk mengabdi disana, menyisakan waktu diakhir pekan untuk berbagi ilmu dengan anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan karena jalan yang buruk. Kegiatan Moeda Mengabdi memang bukan membuat sekolah atau mengajar menjadi guru tetap disana seperti program pengabdian lainnya, hanya meluangkan waktu seminggu sekali mengajar ngaji dan berinteraksi dengan anak-anak disana.

Selasa, 25 Desember 2012

Legalisasi Prostitusi Sebagai Ajang Eksploitasi Terhadap Perempuan

Kalau ditelusuri lebih mendalam, prostitusi memiliki peran dalam perjalanan Indonesia menjadi sebuah Negara atau dengan kata lain Negara Indonesia juga besar dari prostitusi yang bermula pada zaman pejajahan belanda di mana disediakannya perempuan-perempuan untuk memenuhi kebutuhan para tentara pada saat itu. Namun, Kita semua tahu tidak akan ada satu elemen pun yang sepakat dengan prostitusi. Tidak ada satu agama pun, mau itu islam, Kristen, hindu, Buddha, dan sebagainya yang menganggap bahwa prostitusi itu adalah hal yang biasa, tentu saja semua agama akan beranggapan bahwa yang namanya prostitusi itu sebagai perbuatan yang hina.

Minggu, 09 Desember 2012

Selamat Hari HAM Internasional

"Human rights in the sense of human solidarity has created a new universal and equal language going beyond racial, gender, ethnic or religious boundaries. That is why we consider it a doorway to dialogue for people of all socio-cultural groups and all ideologies." -- Munir Said Thalib

Selamat hari Hak Asasi Manusia Internasional Moeda !!
10 Desember 2012

Dari Bengkoeloe Moeda tentang KORUPSI

                                                                                                                                 Dari Bengkoeloe Moeda tentang KORUPSI

Kamis, 06 Desember 2012

Daerah Hijau (Sering) Krisis Air

Re-Evaluasi Pembangunan Rejang Lebong Jilid I
 


                                                                     Google image


Sebagai salah satu kabupaten tua di Provinsi Bengkulu, Rejang Lebong tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda dengan kabupaten yang lebih muda. Infrastruktur yang lebih lengkap, posisi tawar yang lebih menawan, dan sumber daya manusia yang lebih berpengalaman menjadi keuntungan tersendiri bagi kabupaten Bumi Pat Petulai ini.

Herannya, kepemimpinan kedua periode Suherman ini sepi dari kritik. Padahal pembangunan yang dilakukan di daerah ini tidak semuanya mulus. Proses percepatan pembangunan pun tidak begitu di rasakan. Kadang penulis bertanya-tanya, apakah masyarakat memang sudah sangat puas dengan keadaan sekarang? Atau tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan uneg-uneg kepada pemimpin di daerah ini?

Kasus mutakhir yang sempat penulis rasakan sendiri adalah ketidak profesionalan petugas PDAM. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah seharusnya PDAM mencari untung besar agar bisa mensupport pembangunan di daerah ini. Permasalahannya, keuntungan yang besar tidak selaras dengan pelayanan yang membaik terhadap penggunan jasa PDAM. Penulis sendiri tidak mengetahui pasti berapa keuntungan yang didapat oleh PDAM setiap tahunnya.

Beberapa penduduk di desa penulis tinggal (Sambirejo, Kec Selupu Rejang) sempat mengeluh melonjaknya iuran yang harus dibayar untuk PDAM. Bukan permasalahan besar kecilnya uang, tetapi permasalahan pelayanan. Tidak jarang air PDAM macet. Bahkan bulan Oktober 2012 ini hampir satu bulan mati.
Padahal, pada awalnya pam desa (demikian warga menyebutnya) adalah hasil gotong royong warga desa. Tidak tahu mengapa, kemudian menjadi milik daerah yang secara otomatis dikelola oleh PDAM. Jika ditilik dari peraturan, memang wajar jika dikelola oleh d

Apakah ini menjadi permasalahan warga di kecamatan Selupu Rejang saja? Hasil pengamatan penulis tidaklah demikian. Beberapa rekan-rekan yang berbeda tempat mengatakan hal yang sama. Bahkan ada yang menjadi petugas PDAM dan mengalami hal serupa. Sialnya, meski hal ini sudah disampaikan ke anggota legislatif di daerah ini (meski secara informal), tetap saja tidak ada tanggapan.

Melihat ini semua, ada baiknya rekan-rekan muda yang memiliki bargaining position di daerah ini seperti DEMA Stain Curup, ataupun organisasi kepemudaan seperti KAMMI, HmI dan lainnya bisa menyuarakan hal ini. Anggap saja permohonan dari kami warga yang tidak memiliki lembaga apa-apa ini.
Bupati dan anggota legislatif pun tak bisa hanya berdiam diri saja. Saya belum melihat sang pemimpin Turba (turun ke bawah) ke masyarakat secara langsung menanyakan problem yang terjadi. Anggota legislatif pun serupa keadaannya. Reses yang dilakukan tak dirasakan berdampak langsung bagi masyarakat. BUMD PDAM Rejang Lebong pun harus melakukan evaluasi kinerja pegawainya.

Bukan berarti penulis hanya bisa mengkiritik. Untuk kasus yang penulis sampaikan ini sudah ada solusi sementara yang dilakukan oleh warga. Bulan Desember ini, warga penikmat layanan PDAM hanya membayar beban rekening saja. Tetapi ini hanya solusi sementara. Tahun depan, penulis yakin jika masalah ini didiamkan saja, kejadian ‘miskin’ air ini akan terjadi lagi.

Koordinator Bengkoeloe Moeda
Hariyanto

Berbagi zakat

oleh Rassela Malinda*

Rimah jadi mayat
Setelah berebut zakat
Pemberian pak rahmat
Hartawan setempat

Parjo juga sekarat
Juga Berebut zakat
Terinjak dintara kerumuman

Kutu kere yang kelaparan

Berduyun-duyun
Mobilisasi massa terdorong oleh rasa
Lapar, dahaga, dan derita

Kutu kere beriringan berwajah lusuh
Namun bersiap utuh
Kalau perlu saling bunuh
Bungkusan itu milikku
Kutu kere saling taruh curiga, kalau-kalau si anu si itu si parman, si darsam, si ronah
Mengintai punyanya,
Beras, minyak, gandum, roti, punyaku
Tiba di rumah hartawan setempat bernama pak rahmat
Wartawan bersiap dengan kamera
Mengabadikan sikap muliai derma
Pak rahmat tersenyum dikulum
Beramah tamah berkata sambutan
Aih cepatlah, si anu si itu mengintai punyaku
Lalu, pagar dibuka, penjaga siaga, kamera siaga
Dimulailah perang puputan
Sampai mati sampai hati
Kutu kere saling hantam, si anu si itu
Mempertahankan punyanya
Sementara pak rahmat terus berkhotbah
“sabar, orang sabar sayang Tuhan”

*staff Bengkoeloe Moeda bidang Kajian dan Gerak

FOKUS GERAKAN AWAL Bengkoeloe Moeda

Fokus Gerakan awal Bengkoeloe Moeda

MAKSUD DAN TUJUAN Bengkoeloe Moeda

Maksud dan Tujuan didirikannya Beda Community

STRUKTUR KEPENGURUSAN Bengkoeloe Moeda

Stuktur Kepengurusan

Kamis, 22 November 2012

SALAM KENAL DUNIA

Ini posting pertama, hanya ingin berkenalan dengan dunia sebagai komunitas yang baru terlahir, mau tau siapa kami ? tunggu posting berikutnya :)